Adiwiyata, Mewujudkan Sekolah Peduli

OLEH : MIRA H. OCVIA

Jika berbicara tentang lingkungan, berbicara tentang suatu hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup yang hidup di dunia ini. Karena tidak ada satupun makhluk hidup yang menginginkan hidup di lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Kota Probolinggo yang terkenal dengan sebutan Kota ”BAYUANGGA” yaitu kota angin anggur dan mangga rupanya berkomitmen mewujudkan kota yang berwawsan lingkungan, kota yang ingin menciptakan masyarakatnya cinta lingkungan. Hal ini juga tertera di visi Kota minak jingo tersebut yakni ”Probolinggo Kota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan”.

Banyak sederet penghargaan tentang lingkungan yang diterima oleh kota Probolinggo dari tahun ke tahun diantaranya piala adipura, adiwiyata dan yang paling mengesankan adalah piala adipura kencana yang baru didapat di tahun 2014.

Menanamkan perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan tidaklah semudah membalikan kedua tangan. Pemikiran cinta lingkungan dan peduli lingkungan salah satunya adalah diterapkan di dunia pendidikan.karena membangun karakter berwawasan lingkungan harus mulai dari dini, dari tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat menengah atas, karena budaya hidup bersih dan sehat membutuhkan waktu dalam prosesnya.

Adiwiyata, Mewujudkan Sekolah Peduli

Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) telah disepakati pada tanggal 19 februari 2004 oleh 4 (empat) Departemen yaitu Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KNLH), Departemen pendidikan Nasional, Departemen Agama, dan Departemen Dalam Negeri. Kebijakan ini sebagai dasar arahan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pelaksanaan dan pengembangan PLH di Indonesia serta sebagai salah satu solusi dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Dalam implementasinya, PLH diarahkan pada kelembagaan PLH; peningkatan kualitas sumber daya manusia; pengembangan sarana dan prasarana ; peningkatan dan efisiensi penggunaan anggaran; pengembangan materi PLH; peningakatan komunikasi dan informasi; pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan metode PLH, dengan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam melaksanakan pendidikan lingkungan hidup.

Dalam upaya mempercepat pengembangan PLH khusunya jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka pada tanggal 21 februari 2006 telah dicanangkan Program ADIWIYATA, dengan tujuan mendorong dan membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Adiwiyata, Mewujudkan Sekolah Peduli

Dalam upaya meningkatkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan melalui semakin banyak sekolah yang ikut program ADIWIYATA diarahkan sejalan dengan pembangunan daerah sehingga percepatan terwujudnya Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan menjadi harapan semua pihak.

Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institute Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Prakarsa Pengembangan Lingkungan Hidup juga dilakukan oleh LSM. Pada tahun 1996/1997 terbentuk jaringan Pendidikan lingkungan yang beranggotakan LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup, sehingga 2010 tercata 150 anggota jaringan pendidikan lingkungan yang bergerak dalam pengembangan pelaksanaan lingkungan hidup.

Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut berpartisipasi dalam program ADIWIYATA baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se-Indonesia diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, ADIWIYATA : 113 sekolah, calon ADIWIYATA 103 sekolah atau total yang mendapat penghargaan adiwiyata mencapai 272 sekolah (SD, SMP, SMU, SMK) se-Indonesia. Dilain pihak Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor : 02 tahun 2009 tentang pedomanpelaksanaan program ADIWIYATA belum mendapat kendala yang dihadapi daerah khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program ADIWIYATA, hal tersebut terutamaterkendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta system evaluasi dokumen dan penilaian fisik.

Untuk mencapai tujuan program ADIWIYATA, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah ADIWIYATA keempat komponen tersebut adalah: kebijakan berwawasan lingkungan; pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Adiwiyata, Mewujudkan Sekolah Peduli

Sekolah yang mengikuti program ADIWIYATA memiliki banyak sekali keuntungan diantarannya: mendukung pencapaian standart kompetensi / kompetensi dasar dan stndart kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah, meningkatkan efesiensi penggunaan dan opersional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energy, menciptakan kebersamaan warga sekolah da kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif, menjadi tempat pembelajaran tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar, meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.

Pelaksanaan program ADIWIYATA terdiri dari tim nasional, propinsi, kabupaten/kota juga di sekolah kesemuanya itu memiliki komponen dan standart dalam penilaiannya meliputi: kebijakan berwawasan lingkungan; pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan; kegiatan berbasis partisipatifdan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
Adapun jenis dan bentuk penghargaan untuk masing-masing kategori yakni untuk sekolah Adiwiyata kabupaten/kota mendapat penghargaan dari Bupati/walikota dan bentuk penghargaanya berupa piagam dan piala; sekolah adiwiyata provinsi mendapatkan penghargaan dari gubernur,bentuk penghargaanya berupa piagam dan piala; sekolah adiwiyata nasional mendapatkan penghargaan piagam dari Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri pendidikan dan kebudayaan sedangkan pialadari Menteri Lingkungan Hidup; sekolah adiwiyata mandiri mendapatkan penghargaan piagam dari menteri Lingkungan Hidup dan Menteri pendidikan dan kebudayaan sedangkan piala dari menteri Lingkungan hidup yang diserahkan oleh presiden.

Kota Probolinggo masuk dalam kategori sekolah adiwiyata mandiri di tahun 2010 diprakarsai oleh SMA Negeri 2 Kota Probolinggo seiring dengan waktu ditahun 2011 SD Negeri 6 yang terletak di jl.Basuki rahmat no. 22 masuk dalam daftar sekolah Adiwiyata ke II juga tidak ketinggalan SMKN 2 Probolinggo dan SMAN 4 masuk dalam kategori yang sama hingga saat ini ada 20 sekolah dari pemenang Adiwiyata bestari tahun 2013 dan 2014 yang diusulkan untuk menjadi sekolah adiwiyata provinsi.