Biogas Limbah Tahu

OLEH : DIAH M. ARIANI

Air limbah merupakan salah satu masalah dalam pengendalian dampak lingkungan industri karena karakteristik fisik dan karakteristik kimia air limbah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Air limbah yang dihasilkan terdiri dari zat-zat organik dan zat-zat non organik yang tidak berbahaya. Akan tetapi, air limbah tersebut mempunyai harga zat padat terlarut, zat padat tersuspensi, COD dan BOD yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan sebelum dibuang ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali sebagai air pendukung aktivitas industri.

Prinsip pengelolaan lingkungan adalah meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif yang terjadi. Untuk meminimalkan dampak negatif, dilakukan upaya pengolahan air limbah sebelum dibuang ke badan air.

Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Teknik-teknik pengolahan air limbah secara umum dibagi menjadi tiga teknik yaitu pengolahan secara fisika, kimia dan biologi (Eckenfelder & Wesley 2000). Ketiga teknik tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi. Ketiga teknik tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.

Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk menuju Kota Ramah Lingkungan dan Kota Berketahanan Iklim diimplementasikan dalam berbagai program kegiatan salah satunya adalah pengelolaan limbah tahu menjadi biogas.

Pemerintah Kota Probolinggo membangun berbagai kerjasama dan jejaring untuk dapat melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara optimal, salah satunya dengan BPPT yang menjadi mitra kerjasama pembangunan instalasi biogas limbah tahu Proma di Kelurahan Kedungasem.

Proses pengolahan limbah tahu menjadi biogas merupakan kerjasama Pemerintah Kota Probolinggo dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kerjasama tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan telah diperbarui dengan perjanjian kerjasama pada tahun 2014.

Perluasan dibidang kerjasama antara lain yaitu :

  1. Pengkajian kebijakan teknologi yang meliputi inovasi, difusi, daya saing dan audit teknologi;
  2. Pengkajian dan penerapan teknologi agroindustri dan bioteknologi;
  3. Pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan;
  4. Pengkajian dan penerapan teknologi industri rancang bangun dan rekayasa;
  5. Pengkajian dan penerapan teknologi informasi, energi dan material;
  6. Serta Bidang-bidang lain yang dipandang perlu dan disepakati oleh KEDUA PIHAK
  7. Perjanjian Kerjasama antara Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo dengan Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, Kedeputian Bidang Pengembangan Sumberdaya Alam

Pabrik Tahu Proma yang berlokasi di Jl. Raya Lumajang No. 555A Kelurahan Kedungasem, Kota Probolinggo ini setiap harinya memproduksi tahu menggunakan bahan baku mencapai 500 Kg kedelai/ hari dengan pemakaian air untuk proses produksi mencapai 10 m3/ hari yang. Besarnya kapasitas air yang digunakan tentu saja berdampak pula pada air limbah yang dihasilkan yang mencapai 5 m3/hari yang selama ini langsung dibuang ke badan air.

Karakteristik limbah tahu mengandung bahan organik senyawa kompleks yang tinggi terutama asam amino.hal tersebut menyebabkan limbah mengandung BOD, COD dan TSS yang tinggi. Karakteristik tersebut yang mendasari pengolahan limbah tahu ini menjadi biogas.

Pengolahan air limbah produksi tahu memanfaatakan mikroorganisme dengan sistem anaerobik yang ditampung dan dibiarkan selama beberapa waktu di dalam digester, yang nantinya akan menghasilkan gas methane. Gas methane tersebut ditampung dalam gas holder yang kemudian dapat disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai energi alternatif penggeanti LPG, minyak tanah dan kayu bakar yang merupakan sumber energi utama yang digunakan oleh masyarakat sekitar.