Pemetaan Kampung Proklim

OLEH : ANTO PURWANTO

Perubahan iklim merupakan salah satu kejadian luar biasa yang telah dirasakan oleh seluruh penduduk di dunia. Perubahan iklim paling terasa dirasakan oleh kampong-kampung yang rentan terhadap perubahan iklim (sarana dan prasarana lingkungan yang buruk, padat, miskin dll). Kawasan yang rentan biasanya akan membawa dampak lanjutan seperti kumuh dan kriminalitas sehingga kampung ini perlu ditangani dengan menggunakan pendekatan yang komprehensif dan partisipatif yang mana konsep dan pendekatan perbaikan kampung sebelumnya perlu dilengkapi dan memperhatikan aspek perubahan iklim. Dengan tujuan menjadikan kampung rentan menjadi kampung yang resilient (berketahanan) dan ramah lingkungan sehingga dapat menjadi contoh bagi revitalisasi kampung.

Pemerintah Kota Probolinggo bekerjasama dengan Negara Jerman melalui lembaga donornya PAKLIM-GIZ (Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH) bekerjasama melakukan pendampingan pemetaan kampung perubahan iklim. Kampung perubahan Iklim (Kampung Proklim) memiliki criteria antara lain : memiliki masalah lingkungan, potensi perbaikan tinggi, adanya dukungan komitmen masyarakat, menjadi pengungkit masalah Kota dan menjadi prioritas Pemda/ Pemkot.

Sasaran pemetaan yang akan dijadikan pilot project GIZ adalah Kelurahan Sumbertaman dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dan memiliki embrio sebagai kelurahan ramah lingkungan, yang dibuktikan pernah meraih penghargaan sebagai pemenang lomba KAHBI (Kampung Hijau, Bersih dan Indah) tahun 2014 dan pemenang lomba Kelurahan Berseri Kategori Mandiri Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu percontohan Kampung Proklim di Kota Probolinggo yang bisa menjadi acuan bagi kelurahan-kelurahan lain dalam mengembangkan kelurahannya agar menjadi kelurahan yang ramah lingkungan dan tahan terhadap perubahan iklim. Langkah awal yang dilakukan untuk kegiatan ini adalah melakukan kegiatan pemetaan terhadap sembilan (9) unit elemen, yaitu energi, air, limbah, transportasi, bangunan, ruang terbuka hijau, kebencanaan, ketahanan pangan, dan kesehatan. Beberapa temuan masalah lingkungan di Kelurahan Sumbertaman telah teridentifikasi namun membutuhkan diskusi lebih lanjut. Aktivitas selanjutnya yaitu training untuk melakukan penilaian mandiri terhadap permasalahan yang ada bersama-sama dengan pihak kelurahan, tokoh, perwakilan dan kelompok masyarakat Sumbertaman. Hasil dari penilaian ini nantinya akan dirumuskan rencana aksi untuk Kelurahan Sumber Taman menjadi salah satu percontohan Kampung Iklim Kota Probolinggo.

Alur Proses pendekatan dan pentahapan Kampung Perubahan Iklim antara lain :

  1. Identifikasi masalah lingkungan dimana dalam proses ini meliputi pemilihan kampung, Training “Green Kampung Mapping Tools” dan Pemetaan Masalah Lingkungan
  2. Pengembangan opsi dan rencana aksi, dimana dalam kegiatan ini nantinya akan dilakukan FGD Hasil temuan kemudian dilanjutkan dengan FGD Penyusunan Rencana Aksi dan yang terakhir pada tahap proses ini yaitu terbitnya dokumen rencana aksi.
  3. Implementasi rencana aksi, dimana dalam kegiatan ini perlu adanya Market Place (Promosi Program kepada Swasta dan SKPD) dan Pilot Project yang nantinya akan menghasilkan Implementasi rencana aksi.
  4. Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan diharapkan dapat menjadi dasar acuan untuk meningkatkan kualitas kelurahan yang ramah lingkungan dan resilient terhadap perubahan iklim.