Pengaruh Perubahan Iklim

OLEH : LINA P. NIDYA

Pemanasan global (Global Warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, di permukaan bumi dan di lautan. Kenaikan suhu tersebut dimulai sejak abad ke-20 dan diprediksikan terus mengalami peningkatan. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (H2O, CO2, CH4, N2O dan Halokarbon) akibat aktivitas manusia”.

Pemanasan global berpe-ngaruh terhadap perubahan iklim yang terjadi secara global, namun dampak yang dirasakan bervariasi secara local maupun global. Indikator utama perubahan iklim terdiri dari adanya perubahan pola intensitas berbagai parameter iklim (suhu, curah hujan, kelembaban, angin, tutupan awan dan penguapan).

Pengaruh dari perubahan iklim yang dirasakan di seluruh dunia (global) dengan terjadinya :

  1. Perubahan siklus Hidrologi, Suhu permukaan bumi yang panas akan mempercepat proses penguapan sedangkan atmosfer yang lebih hangat akan menyimpan lebih banyak uap air sehingga menghasilkan hujan lebih banyak (lebat) yang disertai dengan meningkatnya kecepatan angin (badai), hal tersebut mengakibatkan perubahan siklus air yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas air bersih di dunia (krisis air).
  2. Kenaikan muka laut, semakin naiknya temperature menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair, peristiwa ini menyebabkan kenaikan muka air laut yang dapat menenggelamkan daerah pesisir dan dataran rendah selain itu lautan juga akan mengalami proses pengasaman seiring dengan diserapnya lebih banyak karbondioksida yang dapat menyebabkan rusaknya terumbu karang dan ketidak mampuan species membentuk cangkang dan kerangka.
  3. Meningkatnya resiko kesehatan, factor iklim berpengaruh terhadap resiko penularan penyakit tular vector seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria yang banyak terjadi di daerah tropis selain itu gelombang panas yang melanda Eropa dan Amerika meningkatkan angka “Heat Stroke ” (serangan panas kuat) yang mematikan , infeksi salmonella dan “Hay Fever”(demam akibat alergi rumput kering).
  4. Menimpa yang paling rentan, Komunitas yang paling miskin dan komunitas yang tinggal di tepi pantai, buruh tani dan suku-suku asli menjadi kelompok yang paling rentan sebab mereka kurang mampu dalam mengatasi dampak perubahan iklim seperti bencana alam, penyakit , dan kekurangan makanan, hal tersebut akan memicu kerusuhan yang mematikan dan terancamnya stabilitas keamanan.
  5. Mempengaruhi kekayaan keanekaragaman hayati, musnahnya berbagai jenis keanekaragaman hayati disebabkan oleh mencairnya es di kutub, banjir, hujan badai, kekeringan, kebakaran hutan dan kurangnya ketersediaan pangan. Beberapa fakta yaitu menurunnya 80% populasi penguin sejak tahun 1975, menurunnya populasi Kijang Karibu Arktik karena kelaparan, terancamnya burung-burungyng melakukan migrasi karena cuaca ekstrim dan berkurangnya persediaan makanan di tempat tujuan migrasi.

Pengaruh dari perubahan iklim yang dirasakan di Indonesia (lokal) antara lain terhadap:

  1. Sektor Pertanian; terjadinya pergeseran musim, perubahan pola hujan dan naiknya suhu rata-rata daerah tropis mengakibatkan petani sulit menentukan musim tanam dan mengelola lahan selain itu ancaman bencana banjir, kekeringan dan angin puting beliung berpengaruh terhadap menurunnya produktifitas pertanian bahkan gagal panen yang dapat meningkatkan resiko bencana kelaparan.
  2. Kenaikan Muka Air Laut; dengan naiknya muka air laut menyebabkan hancurnya tambak-tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi (UNDP, 2007) selain itu juga dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan bakau serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir.
  3. Sumber Mata Air; perubahan pola curah hujan juga menurunkan ketersediaan air untuk irigasi dan sumber air bersih,di Pulau lombok dan Sumbawa antara tahun 1985-2006 terjadi penurunan jumlah titik air dari 580 menjadi 180 titik. Terjadinya pendangkalan sungai, intrusi air laut ke daratan dapat mencemari sumber-sumber air untuk keperluan air bersih dan irigasi.
  4. Kesehatan, semakin meningkatnya penyakit tular vektor oleh nyamuk ( DBD dan malaria), meningkatnya penderita alergi dan asma.
  5. Ekosistem, hilangnya berbagai jenis flora dan fauna seperti pemutihan terumbu karang seluas 30% di kepulauan Seribu (WWF Indonesia)
  6. Lingkungan, kerusakan lingkungan akibat banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.
  7. Pemukim Perkotaan, semakin banyaknya pendirian bangunan berkurangnya daerah resapan air dan semakin mengurasnya air tanah menyebabkan penurunan tanah dan banjir yang berkepanjangan sehingga dapat merusak jalan, memutuskan jembatan dan merusak infrastuktur lainnya.

Pengaruh Perubahan Iklim

Adapun pengaruh dari Dampak Perubahan Iklim yang pernah terjadi di Kota Probolinggo antara lain :
Data dari BPBD Kota Probolinggo :

  1. Kenaikan permukaan air laut, mengakibatkan banjir rob di 5 kelurahan pada tahun 2010
  2. Angin puting beliung terjadi di 15 kelurahan antara tahun 2010 sampai tahun 2013
  3. Banjir yang hampir tejadi di seluruh wilayahKota Probolinggo apabila curah hujan mencapai 100mm selama 2 jam

Data dari Dinkes Kota Problinggo:

  1. Meningkatnya penyakit tular vektor (DBD, ISPA, Diare) terutama DBD yang jumlah penderitanya meningkat 120% dari tahun 2013.
  2. Data dari Dinas Pertanian Kota Probolinggo :
  3. Menurunnya produksi mangga sebesar 80% dan gagal panen pada tahun 2010
  4. Meningkatnya hama dan penyakit tanaman khususnya hama golongan penghisap dan penyakit golongan fungi ( jamur) dimungkinkan karena adanya perubahan suhu.

Pengaruh dari dampak perubahan iklim sudah terjadi dan dirasakan di seluruh penjuru bumi termasuk di Kota Probolinggo dan akhirnya mengancam kehidupan masyarakat. Untuk itu perlunya upaya-upaya untuk pencegahan dan pengurangan serta penyesuaian dalam menghadapi perubahan iklim yang dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah – swasta – masyarakat yang tidak dapat ditunda.

Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mencegah bertambahnya dampak dari perubahan iklim dengan mengurangi aktifitas yang menghasilkan gas rumah kaca misalnya mngurangi penggunaan kendaraan yang menggunakan BBM, tidak membakar sampah, hemat listrik dan industri ramah lingkungan.

Adapun upaya dalam menyesuaikan dan meningkatkan ketahanan untuk menghadapi perubahan iklim misalnya dengan mengembangkan pertanian organik,pengelolaan sampah yang benar, memperbanyak menanam pohon, konservasi mangrove dan menggunakan energi yang terbarukan(tenaga air, angin, matahari, panas bumi dan bio-energi).

Dengan upaya menjaga lingkungan yang dilakukan bersama-sama maka dapat meningkatkan daya dukung lingkungan, menghindari bencana dari dampak perubahan iklim, sehingga tercapai stabilitas ekonomi dan social secara berkelanjutan.