Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tahun 2018, DLH Gelar Festival Lingkungan

Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia diperingati setiap 5 juni dimana pada tahun 2018 ini memiliki tema yaitu: ”Kendalikan Sampah Plastik“. tema tersebut mengingatkan kita bahwa polusi plastik saat ini telah menjadi ancaman dimana banyak plastik yang telah mencemari lautan, yang dapat membunuh jutaan burung laut dan ratusan ribu mamalia laut tiap tahun. Saat ini indonesia menduduki urutan nomor 3 setelah cina dan india dalam hal penghasil sampah plastik. kota probolinggo juga dihadapkan pada permasalahan yang sama, oleh karena itu perlu dilakuka pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan. hal ini sangat penting karena sampah plastik tidak dapat terurai dalam waktu yang sangat lama dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan laut.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tahun 2018, DLH Gelar Festival Lingkungan

Komposisi sampah plastik menunjukkan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015 (hasil riset indonesia business link dan laboratorium teknik penyehatan dan lingkungan Universitas Indonesia 2016). sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan makanan dan minuman, kantong belanja dan lain-lain. data dari program adipura kementerian llingkungan hidup dan kehutanan 2016 menyebutkan dari total timbulan sampah plastik yang didaur ulang sekitar 10-15% saja, 60-70% ditimbun di tpa dan 15-30% belum terkelola dan terbuang langsung terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut.

Jargon peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah “If You Can’t Reuse It, Refuse It” (jika anda tidak dapat menggunakan ulang maka kurangi sampah). Sebagai upaya mengatasi persoalan sampah plastik, dapat digunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu:

  1. Reduce mengurangi timbulan sampah plastik sejak dari sumbernya dengan cara menghindari dan membatasi penggunaan kemasan/ kantong belanja plastik sekali pakai.
  2. Reuse dengan memanfaatkan kembali kemasan atau kontainer plastik untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain.
  3. Recycle dengan mendaur ulang kemasan plastik yang memang di design dapat didaur ulang agar kemasan sekali pakai dapat dipakai kembali/didaur ulang.

Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan 3R, dapat juga dilakukan re-design kemasan agar kemasan sekali pakai dapat digunakan kembali/didaur ulang.dengan cara mengurangi/meningkatkan kemasan atau wadah sekali pakai agar dapat digunakan kembali atau di daur ulang. juga adanya peningkatan kepemimpinan setiap elemen kelembagaan dalam masyarakat seperti bank sampah dan kemitraan lingkungan lainnya, dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat, secara khusus pada tahun ini, akan dilaksanakan gerakan kumpul 4 ton sampah kantong kresek (gu4sak) sebagai upaya mengurangi sampah kantong plastik kresek di Kota Probolinggo.

Sebagai upaya mendukung gerakan gu4sak dan Festival Lingkungan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup se- Dunia 5 Juni Tahun 2018, masyarakat Kota Probolinggo pada hari pelaksanaan membawa sampah kantong plastik kresek. dan untuk 1 kg nya dapat ditukar dengan 1 bungkus pupuk kompos/ bibit tanaman. Jumlah sampah kantong kresek yang dapat dikumpulkan adalah sebanyak 86 kg dan juga telah terkumpul sampah plastik lain berupa botol/ gelas plastik sebanyak 20 kg. Pupuk kompos yang telah diserahkan kepada para undangan/peserta yang membawa sampah kantong kresek maupun jenis sampah plastik lainnya adalah sebanyak 340 kg, untuk kemasan 4 kg sebanyak 66 bungkus dan kemasan 2 kg sebanyak 38 bungkus. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) yang memberikan hibah mesin pencacah sampah kantong plastik kresek akan mengolah sampah kantong plastik kresek menjadi bahan baku pembuatan jalan laweyan, untuk mendukung aksi perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara konkrit di lapangan, dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2018 ini, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi melalui Kegiatan Festival Lingkungan yang dilakasanakan pada hari Senin s.d Selasa, tanggal 23 s.d 24 Juli Tahun 2018, bertempat di Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo.

Rangkaian Festival Lingkungan bertujuan sebagai media komunikasi, edukasi, kampanye/ sosialisasi dan transformasi pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan melalui kegiatan antara lain:

  1. Lomba Mewarnai tingkat TK se-Kota Probolinggo, telah diikuti 104 peserta
  2. Lomba Patrol Daur Ulang tingkat SLTA-sederajat se-Kota Probolinggo, telah diikuti oleh 11 kelompok
  3. Fashion Show Daur Ulang tingkat SD-sederajat se-Kota Probolinggo, telah diikuti oleh 26 peserta
  4. Lomba Motivator Lingkungan dan Yel – Yel Lingkungan Terbaik tingkat SLTP-sederajat se-Kota Probolinggo, telah diikuti oleh 17 peserta
  5. Lomba Pameran Produk Unggulan Ramah Lingkungan tingkat Kelurahan se-Kota Probolinggo, telah diikuti oleh 13 stand
  6. Lomba Mural 3D tingkat SLTA-sederajat se-Kota Probolinggo, telah diikuti oleh 13 sekolah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tahun 2018, DLH Gelar Festival Lingkungan

Kegiatan ini adalah untuk mewadahi kreativitas, inovasi dan penguatan terhadap kapasitas masyarakat khususnya para mitra ataupun unsur sekolah. kegiatan ini juga memberikan pesan untuk selalu mengajak kita memahami arti pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. peningkatan pemahaman dan kesadaran yang diikuti oleh perubahan perilaku dari semua elemen masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan terus meningkatkan jumlah reduksi sampah di masyarakat. mari kita bersatu dan bertekad kendalikan sampah plastik bersama-sama, jaga lingkungan tetap bersih, untuk alam yang lebih baik.